Total Pageviews

Tuesday, March 31, 2015

Hakikatnya krisis kenaikan harga barang telah berlaku ke atas manusia sejak pada zaman Rasulullah SAW lagi, dan ia telah direkodkan dalam hadis sahih.

Dari Anas bin Malik ra. dia berkata, “Harga barang menjadi mahal pada zaman Nabi SAW, lalu mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulullah, harga telah menjadi mahal maka tetapkanlah harga untuk kami.’” (Riwayat Abu Dawud)

Peristiwa ini berlaku apabila harga barang di pasar di Madinah naik, maka para sahabat bertemu Rasulullah meminta supaya Baginda menetapkan harga supaya orang-orang miskin dapat membeli barang dengan harga yang mereka mampu. Lalu apa jawab Rasulullah?

 Baginda bersabda:
“Sesungguhnya Allah, Dialah yang menetapkan harga itu, Dialah Allah yang melapangkan, Dialah Allah yang menyempitkan, serta Dialah Allah yang memberikan rezeki. Dan sesungguhnya aku berharap agar aku bertemu Allah SWT dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku di dalam kezaliman terhadap darah mahupun kezaliman terhadap harta.” (Sahih. Riwayat Abu Daud)

Kenaikan harga barang tidak mengubah rezeki seseorang. Nabi menyatakan bahawa Allah-lah yang melapangkan rezeki seseorang hamba dan Dia juga yang menyempitkan rezeki mana-mana hamba yang dikehendakiNya.

Ini selari dengan firman Allah SWT, “Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki.” (Al-Ra’d: 26)
“Jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hambaNya tentulah mereka melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendakiNya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui hamba-hambaNya lagi Maha Melihat.” (As-Syura: 27)

Usah khuatir kerana rezeki setiap manusia pasti dicukupkan dan tidak dikurangkan sedikit pun. Kenaikan harga sama sekali tidak mempengaruhi rezeki yang ditetapkan. Ini seperti mana sabda Nabi SAW, “Wahai manusia, sesungguhnya salah seorang kamu tidak akan mati sehingga dia mendapat seluruh rezekinya secara sempurna. Maka janganlah kamu tidak sabar dalam mendapatkan rezeki. Bertakwalah kepada Allah, wahai manusia! Carilah rezeki secara baik, ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram.” (Sahih. Riwayat Al-Hakim)

“Ajaibnya urusan orang Mukmin, seluruh urusannya adalah kebaikan dan ini tidak terdapat kecuali pada seorang Mukmin. Jika mendapat kesenangan dia bersyukur dan ini baik baginya, jika ditimpa musibah dia bersabar dan ini juga baik baginya.” (Riwayat Muslim)

JANGAN RISAU DENGAN GST....Allah S.W.T yg beri rezeki bkn makhluk...

Sunday, March 22, 2015

Bismillahirrahmaanirrahim

Seorang profesor yang atheis berbicara dalam sebuah kelas.

Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yang ada?"

Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."

Profesor: "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan."

(Semua terdiam. Agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).

Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa: "Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"

Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."

Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fizik, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas.

Suhu -460 degree Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak boleh bertindak pada suhu tersebut.

Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas ya.

Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?"

Profesor: "Tentu saja ada!"

Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada.

Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya boleh kita pelajari. Sedangkan gelap tidak boleh.

Kita boleh menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.

Tapi! Anda tidak boleh mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensiti cahaya di ruangan itu.

Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.

Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"

Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."

Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga.

Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya.

Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dalam hati manusia."

Profesor terpaku dan terdiam!

Dosa terjadi kerana manusia lupa Allah dalam hatinya..

Hadirkan Allah dalam hati pada setiap saat, maka akan selamatlah diri kita..

Itulah IMAN..


SESUNGGUHNYA DOSA ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA..

M E M A H I R K A N
P E N G U C A P A N I M A N
D A L A M D I R I U M A T


Wallahu A'alam...